Wah hebat ini... cekidot!
sekedar meninggalkan jejak... refleksi atau pemikiran atas pengalaman dan pembelajaran saya senang berbagi mengenai pembelajaran dan pendidikan, budaya, lingkungan hidup atau spiritualitas... di antara hal-hal lain. saya tuliskan saat saya punya waktu di antara berbagai kegiatan saya di Rumah Belajar Semi Palar (www.semipalar.sch.id). Semoga bermanfaat.
Monday, November 15, 2010
Sunday, October 17, 2010
Thanks Dad for Showing Me How Poor We Are
One day, the father of a very wealthy family took his son on a trip to the country with the express purpose of showing him how poor people live. They spent a couple of days and nights on the farm of what would be considered a very poor family. On their return from their trip, the father asked his son , "How was the trip?" "It was great, Dad.""Did you see how poor people live?" the father asked.."Oh yeah," said the son. "So, tell me, what did you learn from the trip?" asked the father.
Then his son added, "Thanks Dad for showing me how poor we are.
everything we have, instead of worrying about what we don't have. Appreciate every single thing you
have, especially your friends!
Tuesday, September 28, 2010
merubah sikap (bahasa) terhadap sampah
Kebetulan sebelum lebaran saya sempat ngobrol dengan Kang Aat Soeratin, salah satu budayawan senior Bandung. Kami sempat berbincang banyak tentang lingkungan hidup. Dan beliau menyampaikan kurang lebih begini. Soal sampah ini kan soal budaya, soal perilaku. Dan kita perlu merubah cara kita berpikir dan memandang sampah. Ayo kita coba dengan cara sederhana : merubah kata-kata Buang Sampah Pada Tempatnya, menjadi Simpan Sampah pada Tempatnya.
Kata ‘buang’ itu memang biasanya kita gunakan untuk benda2 yang sudah tidak ada nilainya. Sebaliknya kata ‘simpan’ mengkonotasikan bahwa benda2 ini masih ada nilainya, dan kita perlu sedikit berpikir bagaimana memperlakukannya, saat nilai gunanya sudah tidak ada buat kita. Tapi toh masih ada nilainya saat diolah dengan cara tertentu oleh orang2 lain. (Kita tahu ya ada orang2 yang jadi kaya gara2 sampah)…
Dari sudut pandang lain, baru saja kami di Semi Palar ngobrol juga dengan pakar / pemerhati masalah bahasa dan budaya: Bapak Acep Iwan Saidi dan katanya, bahasa itu kan sangat mencerminkan diri kita, seperti ungkapan Bahasa Menunjukkan Bangsa. Jadi kalau kita cara kita membahasakan sampah dengan sikapnya tidak menghargai ya akhirnya perilaku kita juga demikian. Jadilah kita bangsa yang sangat bermasalah dengan sampah…
Sunday, September 5, 2010
foto :: dimakan usia
entah kenapa menarik pandanganku. entah kenapa sesuatu yang sudah lama ada seakan menyimpan cerita
dan seperti ada yang ingin dikisahkannya... entah sudah berapa lama benda-benda itu merekam peristiwa dan getaran-getaran kejadian pasti ikut menggores, membentuk, dan mewarnainya hingga benda itu tampil seperti ini. andaikan benda-benda itu bisa bercerita.
Menargetkan lulusan 5000 Doktor?
Tuesday, August 17, 2010
65 tahun Indonesia Merdeka
Sudah 65 tahun Indonesia Merdeka. Lalu apa yang sudah kita capai bersama sebagai sebuah bangsa? Seperti apa potret kita saat ini? Kalau kita berani mengamatinya dengan jujur, potret kita sebagai bangsa adalah bukan sesuatu yang menarik atau membanggakan. Kalau kita melihat dengan jujur apa yang tampil di media dan layar kaca kita, yang menampilkan seperti apa bangsa Indonesia, apa yang kita lihat sehari-hari di sekitar kita, jelas perjalanan kita masih panjang, perjuangan kita masih berat karena penjajahan masih nyata ada. Penjajahan atas kesadaran2 kita yang terdasar, bahwa kita masih terpenjara oleh kelemahan pikiran-pikiran kita yang lemah, malas, sombong, egois, serakah dan mudah menyerah karena tidak mampu menaklukan diri sendiri (nuhun mas Ipong atas inspirasinya) Lalu bagaimana? Saya kira, kalau ada dari kita yang masih bergetar hatinya menatap Sang Merah Putih berkibar di angkasa, kalau ada dari kita yang meneteskan air mata saat menyanyikan Indonesia Raya, harapan masih ada. Semoga semakin banyak dari kita yang bangun dan sadar atas keterjajahan diri kita dan kemudian berjuang untuk merdeka! Karena ternyata mengalahkan diri sendiri adalah perjuangan yang paling sulit buat kita manusia...
Saturday, August 14, 2010
Gowes Sahur RCTI
| grup sadar kamera |
| di depan Rumah Yatim |
Friday, August 13, 2010
morning coffee @ poernama
masuk ke suasana jadoel, banyak opa-oma ngrumpi sembari sarapan
dan bapak tua yang duduk baca koran ditemani secangkir kopi susu...
life is good, really good!
Sunday, July 4, 2010
foto :: matahari jimbaran
Saturday, March 27, 2010
earth hour 2010
anak2 memang tidak bertanya seperti tahun lalu... walaupun mungkin banyak pertanyaan di benak mereka. mereka tahu betul masalah lingkungan adalah masalah serius, mungkin mereka bertanya kenapa tidak ada yang peduli... persis seperti saat kami pergi ke hutan kota lembah siliwangi sewaktu ada rencana akan dibangun proyek komersial di sana. waktu itu ada sekelompok kecil orang yang berkumpul karena kepedulian, dan waktu itu anakku bertanya: "kok yang datang hanya segini?".
akupun sedikit kecewa dan berpikir hal yang sama, bedanya ada ide baru yang muncul di benakku, di tahun depan aku akan mencoba membuat dan membagikan leaflet sederhana ke para tetangga rumahku, untuk meyakinkan bahwa mereka tahu tentang hari ini, dan dari sana mungkin aku bisa melihat sejauh mana mereka peduli... karena hal kecil ini yang sebetulnya tidak terlalu berarti buat planet bumi mencirikan soal kesadaran, bahwa dengan mematikan lampu, kita 'vote earth'. Kita memilih bumi kita, memilih untuk peduli, memilih untuk menjadi sadar bahwa apapun yang kita lakukan sehari-hari tanpa kita pikirkan (dan membebani alam lingkungan) bisa kita rubah... memilih untuk memilih cara-cara lain yang lebih ramah lingkungan supaya bumi kita kembali sembuh dan tetap menjadi tempat tinggal yang nyaman dan manusiawi untuk generasi dan generasi mendatang...
