Sunday, May 20, 2012

Holistic Education: A response to the crisis of our time

Holistic Education:  A response to the crisis of our time

Holistic Education began to emerge as a coherent philosophy in the mid-1980s and is today becoming recognized in many parts of the world as an inspiring response to the serious challenges of this age of globalization, such as violence, cultural disintegration, and ecological decline.

Bringing together the best theory and practices from diverse educational alternatives, a holistic perspective asserts that education must start by nourishing the unique potentials of every child, within overlapping contexts of family, community, society, humanity, and the natural world. Holistic education is not a fixed ideology but an open-ended attempt to embrace the complexity and wholeness of human life.

Holistic educators reject the current obsession with educational uniformity: rigid standards, relentless testing, and authoritarian control of the learning process. Holistic education is essentially a democratic education, concerned with both individual freedom and social responsibility. It is education for a culture of peace, for sustainability and ecological literacy, and for the development of humanity’s inherent morality and spirituality.

Quoted from

Wednesday, May 2, 2012

Manusia Indonesia adalah bukan Sumber Daya

Bapak Muhamad Nuh berpesan begini dalam pidato peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2012 : "Kita harus melakukan investasi besar-besaran dlm bidang SDM"...

Saat kita memandang dan memperlakukan manusia-manusia Indonesia sebagai sekedar SUMBER DAYA, sebagai komoditi yang bisa dihitung-hitung untung ruginya, diukur lebih kurangnya... manusia-manusia Indonesia yang (semestinya) luar biasa tidak akan muncul sebagaimana Sang Pencipta memaksudkannya.

Manusia adalah ciptaan Tuhan yang demikian luar biasa. Ciptaan Tuhan yang tidak bisa direkayasa kecanggihannya! Yang bisa kita lakukan adalah menyiapkan lahan subur di mana manusia Indonesia dengan segala kerenikan individualitasnya,
yang hidup dalam kompleksitas lingkungan sosial budaya dan alamnya... dapat menumbuhkan keunikan dan potensi individunya. Pendidikan adalah memanusiakan manusia dengan segenap hakikat kemanusiaannya.

Manusia Indonesia adalah bukan Sumber Daya - wahai pak Menteri. Pendidikan adalah BUKAN mengenai investasi untuk sejenis sumber daya, apalagi anda bicara tentang manusia Indonesia...