Saturday, July 2, 2011

Catatan Apresiasi untuk Komunitas Sahabat Kota | program Legenda Hutan Kareumbi

Menjemput Rico di stasiun saya merasa gembira sekaligus haru. Buat saya sebagai orangtua Rico, keikut-sertaan Rico di program ini adalah langkah besar buat Rico, karena ini pertama kali dia berkegiatan di alam, bersama teman-temannya (yang bukan semata teman sekolah), berkemah di luar kota Bandung tanpa didampingi orangtuanya, bersama pendamping yang relatif baru dikenalnya juga. 
Di tempat parkir, seperti biasa pertanyaan klise muncul? Gimana Co? Seru? Seru banget katanya, lalu dia melanjutkan ‘Hiks…’, saya spontan tanya “lho kenapa;  katanya seru?”. “Abis, sudah berakhir, besok ga ada lagi!”, ujarnya. Di perjalanan saya tanya lagi, “Co, dari skala 1 – 10 kegiatan ini kamu beri nilai berapa?” Berpikir sebentar lalu dia menjawab : “9,5!” Wah hebat! Hampir nilai sempurna. Dia melanjutkan: “tau ga yang 0,5 kemana?... soalnya waktu aku tidur dua temen yang tidur di sebelah aku heboh banget. Aku ditendang-tendang, dan mereka sampai menjajah tempat aku tidur… Aku sampe ga bisa tidur semaleman”. Saya hanya tersenyum dalam hati, karena banyak pengalaman yang didapatnya, bahkan sampai sewaktu dia tidur-pun…
Sambil makan malam, Rico-pun banyak berceloteh bercerita tentang pengalamannya yang saya yakin sangat istimewa buat dia.

Saya jadi ingat saat dulu pertama kali saya ikut kemah ke daerah Pangalengan sewaktu pramuka dulu (Siaga) – kurang lebih seusia Rico. Saya membayangkan ia membawa perasaan campur aduk sebelum berangkat (ragu, takut, khawatir, excited juga) dan bagaimana perasaan bangga, senang dan percaya diri sesudah menjalani semua petualangan itu. Hal-hal itu masih membekas sampai hari ini, dan jadi salah satu kepingan penting yang membentuk diri saya sekarang ini.  Dari sudut pandang ini, saya merasa yakin seyakin-yakinnya, petualangan Rico dan teman-teman yang dibawakan oleh teman-teman KSK akan menjadi kisah tak terlupakan dan akan menjadi kepingan penting dalam prosesnya menjadi individu yang utuh.
Saya mau mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya buat teman-teman KSK dan rekan penyelenggara (NTOTC Wanadri dan pengelola Kareumbi) secara khusus kepada kakak-kakak fasilitator yang mencurahkan waktu, perhatian, energi dan banyak hal lainnya untuk mewujudkan petualangan yang keren dan pastinya sangat berkesan buat Rico dan teman-temannya. Walaupun saya mengikuti dari luar saya punya kesan dan apresiasi mendalam buat teman-teman secara pribadi sebagai orangtua, sebagai sesama pendidik dan sebagai pengelola Semi Palar (kebetulan beberapa teman2 kecil Smipa ikut dalam program ini).
Lembar penutup yang teman-teman sampaikan kepada orangtua mungkin saya baca secara berbeda, karena apa yang teman-teman tuliskan betul-betul sejalan dengan apa yang sedang saya bangun bersama kakak-kakak di Semi Palar, dengan Apa yang kami istilahkan sebagai pendidikan holistik.  Tentang ekspresi diri, kepekaan sosial, relasi alam lingkungan, kreatifitas, mengolah rasa dan refleksi diri, dan bagaimana memahami eksistensi diri di tengah semesta yang diciptakan Tuhan untuk kita semua. Dari sisi ini saya merasa bingah pisan (bahasa Sunda-nya sangat senang) karena merasa punya teman seperjalanan.
Baru saja Jum’at kemarin (1 Juli 2011) saya berkesempatan bertemu dengan mas Anies Baswedan dan mendengarkan beliau menggariskan hal-hal penting tentang pendidikan – tentang bagaimana kita semua memegang JANJI (bukan cita-cita kemerdekaan) untuk mencerdaskan bangsa kita. Memenuhi janji bisa kita mulai dari hal-hal kecil yang baik – seperti yang sudah dilakukan teman-teman KSK di Legenda Hutan Kareumbi juga lewat program-program lainnya selama ini. Saya merasa terharu juga bahwa saya punya teman2 muda yang di tengah pragmatisme hidup yang melanda masyarakat kita, masih ada teman-teman semua yang mau berlelah ria berbagi kebaikan dan kebahagiaan untuk adik-adiknya – dalam masa liburan pula.

Kamis pagi setelah anak-anak berangkat, saya juga berkesempatan untuk berbincang bebas dengan Saska – sambil sarapan bubur ayam J. Ini perbincangan yang menarik buat saya juga sehubungan dengan bagaimana apa yang dilakukan teman-teman semua. Seperti yang diungkap mas Anies pula : “kita harus berhenti meratap, dan melakukan hal-hal nyata dengan berpijak pada harapan”. Indonesia adalah negara hebat, bangsa yang besar! (Yang bobrok adalah para politisi dan birokrasinya… dan memang itu-lah yang tampil di layar kaca). Teman-teman semua adalah salah satu buktinya. Saya betul-betul berharap bahwa idealisme dan semangat berkarya yang membawa teman-teman mampu menciptakan program pembelajaran yang bermutu seperti kegiatan kemarin tidak pernah luntur. Semoga teman-teman semua tidak berhenti berkarya dan terus memperoleh energi baru untuk menjaga idealisme teman-teman terus menyala… bangsa kita sangat butuh itu. 

2 comments:

mbak dan said...

ikut senang kalau anak2 senang jugaa :) hehe. waktu aku tanya rico, jawabannya sama. 9,5!! :p tampaknya pengalaman ngga bisa tidur enak sangat membekas.. hehe..

Musyaf said...

asslm. salam kenal dari saya
Musyaf Senyapena