Saturday, July 21, 2007

Pembukaan Tobucil - Jl. Aceh 56 Bandung



Sabtu kemarin saya diundang oleh seorang teman. Salah satu teman satu 'pergerakan' dulu. Kenal dulu sejak tahun 1998 saat saya dan teman-teman sekantor sedang merintis sebuah komunitas yang dulu kita kenal sebagai Trimatra Center.

Sabtu kemarin 21 Juli 2007, Tobucil dan klabs-nya resmi buka di lokasinya yang baru di Jl. Aceh 56 (di seberang Sanggar Batik).

Saat dulu Tarlen datang ke Trimatra Center (berlokasi di Dago dari tahun 1998 - 2003) dia datang dengan apa yang disebutnya Tobucil (Toko Buku Kecil). Secara visi saya dan Tarlen punya banyak kesamaan. Yang saya salut dengan Tarlen dan Tobucilnya adalah konsistensinya terhadap apa yang dia perjuangkan. Toko bukunya sendiri, seperti namanya memang kecil, dan sejak dulu memang bersahaja. Tapi apa yang ada di dalamnya - istilah inggrisnya much more than meets the eye.

Sebagai sebuah toko buku, Tobucil adalah sebuah alternatif. Buat saya sendiri, koleksi awal buku-buku tentang pendidikan saya peroleh dari Tobucil.

Dan buat apa yang sempat saya geluti secara pribadi : Trimatra, dan sekarang Semi Palar, Tobucil adalah bagian penting dari proses perwujudan eksistensinya, dan dengan demikian punya peran luar biasa dari apa yang saya tekuni sekarang ini. Tobucil juga salah satu yang banyak mempertemukan saya dengan wilayah kesenian dan kebudayaan, lewat apa yang dulu sempat kita kelola bersama untuk bisa tampil di komunitas Trimatra - Tobucil. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas proses belajar yang sempat saya terima lewat hadirnya Tarlen dan Tobucilnya di Trimatra.

Semi Palar sendiri mulai merintis eksistensinya salah satunya lewat Klab Dongeng yang beberapa kali di awal pemunculannya kita selenggarakan di Tobucil. Selain Tobucil lembaga lain yang juga sangat berjasa saat saya dan teman-teman merintis Semi Palar adalah Rumah Nusantara. Di sana kami menyelenggarakan beberapa kali kegiatan Program Sore.

Dengan keyakinan bahwa semua yang terjadi adalah bukan sekedar kebetulan, saya pribadi punya berharap apa yang kita lakukan (Semi Palar dan Tobucil) bisa bersinggungan lagi; juga atas dasar pengalaman-pengalaman yang buat saya pribadi sangat memperkaya seperti saat dulu Trimatra dan Tobucil bermitra dan berkegiatan bersama .

Tulisan ini adalah refleksi kecil buat saya, karena waktu datang ke pembukaannya Tobucil di tempat barunya, sehari sebelumnya saya menemukan foto-foto saat pembukaan Tobucil di Trimatra Center.

Sukses buat Tarlen dan teman-teman di Tobucil. Tetap konsisten aja dengan literacy movementnya.

1 comment:

Tarlen Handayani said...

thanks ya nday.. trimatra center, semipalar jadi bagian dari sejarah penting perkembangan tobucil.. tidak ada yang kebetulan.. kita bertemu dan menulis sejarah bersama untuk menyebarkan pesan, semoga itu adalah pesan kebaikan selalu..

t