Sunday, September 7, 2008

Makam Junghuhn, satu sudut yang terlupakan



Gambar ini aku ambil waktu sesepedahan ke Lembang hari Minggu 7 September
Hari itu aku pilih lewat jalan raya biar ga terlalu cape :-). Aku mboseh sama Hanin.

Sesampainya di Lembang entah kenapa iseng mengambil jalan ke arah Jayagiri.
Di suatu pertigaan aku lihat ada tanda bertuliskan Makam Junghuhn. Berbelok-lah kami ke sana.
Masuk jalan itu sekitar 500 meter, di hadapan kami ada sepetak hutan pinus di belakang pintu pagar terkunci. Kami liat-liat sekeliling, sebentar kemudian ada seorang Bapak yang menegur dan mengajak kami masuk lewat jalan berputar di belakang rumah-rumah di sana. Dan akhirnya kami bisa masuk ke dalamnya.

Suasananya enak banget. Asri. Udaranya segar. Dan di tengah-tengah tempat itu berdiri sebuah monumen yang menandai tempat Wilhelm Junghuhn dimakamkan. Sekeping sejarah Jawa Barat ada di sana.

Sayangnya tempat itu kurang terawat dan pastinya kurang diapresiasi. Minimal sebagai tempat kita memutar balik pikiran kita saat orang-orang seperti Junghuhn ikut membangun peristiwa2 di tempat tinggal kita dalam putaran waktu masa lalu kita.

Pabrik kina yang ada di jalan Cicendo - Pajajaran, jangan-jangan tidak akan berdiri kalau Junghuhn tidak mulai membudidayakan tanaman kina. Dan kata seorang ibu yang tinggal di sana kulit kina juga dipakai sebagai salah satu bahan untuk membuat minuman Cola... Well what do you know?

1 comment:

MaPAr said...

Ia sangat memprihatinkan sekali, luasnya aja sudah banyak berkurang karena sudah banyak yang serobot warga, ditambah tidak adanya petugas jaga. di akhir tahun 2007 kemarin kami sempat menanam pohon Kina di sana. Semoga pihak yang berwenang lebih memperhatikan lagi tempat-tempat seperti ini.